Pusat Grosir Tanah Abang Menjadi Pusat Kerumunan Masyarakat DKI Jakarta yang Akan Menyebabkan Resiko Spot Covid-19 Baru
Jakarta - Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/5) ramai dikunjungi publik yang belanja kebutuhan Lebaran sehingga menciptakan kerumunan di ruang tertutup dan melanggar protokol kesehatan jaga jarak.
Kerumunan semacam ini sangat berbahaya karena berpotensi menyebarkan infection corona, mengingat sangat mungkin di sana ada orang yang terinfeksi tanpa gejala atau asimtomatik.
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, sempat mengatakan kepada kumparanSAINS, bahwa suhu dan kelembaban rendah menyebabkan virus lebih cepat berkembang, lebih mudah menular dari satu orang ke orang lain. Hal ini menyebabkan dosis atau konsentrasi infection di dalam ruangan lebih tinggi.
Jadi, orang-orang yang berada di dalam ruangan atau gedung dengan kerumunan, memiliki risiko penularan virus corona yang jauh lebih tinggi. Mereka juga sangat rentan terpapar infection corona.
Sementara itu, Amin bilang udara yang mengalir dengan suhu yang lebih panas membuat virus tidak seefektif ketika berada di dalam ruangan.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tetap disiplin protokol kesehatan 5M mencegah COVID-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
COVID-19 ditularkan lewat bead. Seseorang bisa mengeluarkan bead atau tetesan cairan melalui dua cara, ketika mereka berbicara, atau ketika batuk dan bersin.
Bead berukuran lebih besar akan jatuh ke tanah dan hinggap di benda-benda sekitar hingga menyebabkan kontaminan. Sementara yang lebih kecil menyebar ke udara dan bertahan hingga berjam-jam lamanya.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Jumlah pengunjung yang biasanya sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini.
Akibat lonjakan pengunjung tersebut Anies menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.
Dia menyarankan agar kegiatan belanja kebutuhan Lebaran warga Jakarta tidak terpusat di Tanah Abang. Warga diminta mencari pasar atau pusat perbelanjaan laiun yang lebih longgar.
"Di Jakarta ada banyak pasar. Kami menganjurkan untuk mendatangi berbagai pasar di Jakarta selain Pasar Tanah Abang. Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan barang tanpa berisiko kerumunan dengan mendatangi tempat yang lain," beber Anies di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (2/5).
Kerumunan semacam ini sangat berbahaya karena berpotensi menyebarkan infection corona, mengingat sangat mungkin di sana ada orang yang terinfeksi tanpa gejala atau asimtomatik.
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, sempat mengatakan kepada kumparanSAINS, bahwa suhu dan kelembaban rendah menyebabkan virus lebih cepat berkembang, lebih mudah menular dari satu orang ke orang lain. Hal ini menyebabkan dosis atau konsentrasi infection di dalam ruangan lebih tinggi.
Jadi, orang-orang yang berada di dalam ruangan atau gedung dengan kerumunan, memiliki risiko penularan virus corona yang jauh lebih tinggi. Mereka juga sangat rentan terpapar infection corona.
Sementara itu, Amin bilang udara yang mengalir dengan suhu yang lebih panas membuat virus tidak seefektif ketika berada di dalam ruangan.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tetap disiplin protokol kesehatan 5M mencegah COVID-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
COVID-19 ditularkan lewat bead. Seseorang bisa mengeluarkan bead atau tetesan cairan melalui dua cara, ketika mereka berbicara, atau ketika batuk dan bersin.
Bead berukuran lebih besar akan jatuh ke tanah dan hinggap di benda-benda sekitar hingga menyebabkan kontaminan. Sementara yang lebih kecil menyebar ke udara dan bertahan hingga berjam-jam lamanya.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Jumlah pengunjung yang biasanya sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini.
Akibat lonjakan pengunjung tersebut Anies menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.
Dia menyarankan agar kegiatan belanja kebutuhan Lebaran warga Jakarta tidak terpusat di Tanah Abang. Warga diminta mencari pasar atau pusat perbelanjaan laiun yang lebih longgar.
"Di Jakarta ada banyak pasar. Kami menganjurkan untuk mendatangi berbagai pasar di Jakarta selain Pasar Tanah Abang. Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan barang tanpa berisiko kerumunan dengan mendatangi tempat yang lain," beber Anies di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (2/5).
Komentar
Posting Komentar